Tujuan Huang memanipulasi dataran tinggi, termasuk di dalamnya seluruh leluhur primogenitor, agar Huang bisa memasuki sepenuhnya altar pengorbanan para leluhur. Sederhananya, alam semesta Perfect World itu tergolong rendah dibandingkan di TSR (The Sacred Ruins) dan disebut alam bawah.

Kita mulai saat seseorang mencapai tingkat Kaisar Abadi, maka dia bisa melihat perspektif masa lalu, masa kini, dan masa depan. Artinya, dia bisa membangkitkan dan mengubah alur sejarah yang telah tertulis dan tercatat di Sungai Besar Waktu.

Huang adalah sosok yang naik ke puncak sendirian di eranya dan melampaui kekuatan dari awal penciptaan zaman di level Kaisar Abadi. Masih ingatkah saat di novel dijelaskan saat Huang meledak menjadi hujan darah dan darahnya mengalir sepanjang sungai waktu? Ini adalah awal dari karma besar yang dibuat Huang demi menyelamatkan seluruh zaman.

Pada tingkat kekuatan Kaisar Abadi, Huang berdiri nomor satu. Tak tertandingi dan tak terkalahkan gelarnya di level itu. Lewat salah satu kekuatannya, dia bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Itu sebabnya dia menghilang dari semesta Perfect World.

Dan dia menghilang setelah menyegel Laut Alam, di mana realm itu adalah yang terbesar di semesta Perfect World, di mana tiap-tiap tetes air itu adalah bumi atau planet itu sendiri.

Setelah itu, dia naik ke surga tertinggi semestanya, TSR. Pada periode awal, dia masih naik dan turun sebelum menyegel Laut Alam dengan satu tebasan pedangnya hingga membuat reinkarnasi, yang kelak nanti di novel TSR akan dikenal sebagai Jalan Reinkarnasi Kuno.