Di tengah pertempuran besar melawan para Raja Abadi dari Alam Asing, Scarlet King tiba-tiba menyadari sebuah kebenaran penting tentang Shi Hao. Dalam kondisi terdesak, ia mengungkapkan bahwa Shi Hao adalah sosok yang selama ini menjadi misteri dalam perhitungan takdir mereka, sebuah variabel yang tidak pernah bisa dikendalikan oleh para Raja Abadi.
Ucapan itu langsung membuat para Raja Abadi lain terkejut. Mereka akhirnya memahami bahwa sosok yang dahulu muncul dalam penglihatan masa depan mereka ternyata adalah Huang, yang kini telah tumbuh menjadi Raja Abadi kuat.
Di masa lalu, beberapa Raja Abadi pernah mencoba mengubah alur sejarah dengan menggunakan kekuatan waktu. Tujuan mereka adalah menghapus variabel tersebut sebelum ia berkembang. Namun, usaha itu gagal, dan kini orang yang mereka khawatirkan justru telah berdiri di hadapan mereka sebagai musuh yang nyata.
Shi Hao tidak memberi kesempatan bagi Scarlet King untuk pulih. Ia langsung menyerang roh primordial musuhnya dengan kekuatan besar hingga tubuh spiritual Scarlet King hancur berkeping-keping. Walaupun seorang Raja Abadi sangat sulit benar-benar dimusnahkan, serangan itu tetap menjadi luka berat yang tidak mudah dipulihkan.
Setelah mendengar pengakuan tersebut, Anlan dan Shutuo juga mulai memahami situasinya. Mereka teringat bahwa dahulu pernah ada usaha untuk membunuh Shi Hao ketika ia masih sangat muda, namun pada saat itu seorang wanita misterius berpakaian putih muncul dan menyelamatkannya.
Setelah kejadian tersebut, para Raja Abadi justru mengalami serangan karma yang tidak mereka pahami. Kini mereka menyadari bahwa semua peristiwa itu berkaitan dengan Shi Hao sebagai variabel yang mampu memengaruhi alur besar sejarah.
Kesadaran ini membuat para Raja Abadi dari Alam Asing segera bergerak mengepung Shi Hao. Bagi mereka, membiarkan variabel seperti ini hidup terlalu lama bisa mengancam keseimbangan kekuatan di masa depan.
Dari berbagai arah, para Raja Abadi datang. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan makhluk tua yang telah hidup melewati banyak era. Meski menghadapi tekanan dari banyak musuh kuat, Shi Hao tetap berdiri dengan tenang.
Ia langsung menyerang tanpa ragu dan memicu pertempuran dahsyat yang mengguncang langit kosmos. Energi hukum abadi, kilatan petir, dan cahaya ilahi saling bertabrakan, menciptakan gelombang kekuatan besar.
Pertempuran berlangsung sangat sengit. Tubuh Shi Hao mengalami banyak luka akibat serangan para Raja Abadi, namun ia juga memberikan balasan yang sama kuatnya. Setiap serangannya membawa kekuatan besar yang bahkan mampu melukai makhluk setingkat Raja Abadi.
Di antara semua musuhnya, Shi Hao terutama menargetkan Anlan karena dendam lama yang masih tersisa. Pertarungan mereka berlangsung sangat intens hingga senjata ilahi milik Anlan akhirnya hancur akibat benturan kekuatan.
Shi Hao kemudian menggunakan teknik rahasia yang memungkinkan beberapa wujud dirinya muncul sekaligus dalam pertempuran. Dengan teknik tersebut, ia mampu menghadapi banyak musuh dalam waktu bersamaan.
Dalam kekacauan pertempuran itu, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi ketika Shi Hao berhasil membunuh salah satu Raja Abadi. Kejadian ini membuat semua pihak terkejut karena sangat jarang seorang Raja Abadi benar-benar gugur dalam pertempuran terbuka.
Memanfaatkan kesempatan tersebut, Shi Hao meledakkan tungku milik Scarlet King yang telah rusak di tengah para pengejarnya. Ledakan besar mengguncang ruang dan menciptakan kekacauan di antara para musuhnya.
Dengan memanfaatkan momen itu, Shi Hao berhasil menerobos keluar dari kepungan dan bergerak menuju gerbang Domain Abadi sambil membawa kepala seorang Raja Abadi sebagai bukti kemenangan.
Di luar gerbang, para Raja Abadi dari Alam Asing hanya bisa menyaksikan dengan kemarahan, menyadari bahwa Huang kini telah menjadi kekuatan yang mampu mengguncang keseimbangan dua dunia.

Tidak ada komentar
Posting Komentar