Saat Xiao Yan masuk kembali ke kedalaman Makam Surgawi, Xiao Xuan sudah menunggu di tempat biasa.
Begitu melihat Xiao Yan, Xiao Xuan tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya yang besar. Xiao Xuan berkata bahwa kecepatan kultivasi Xiao Yan benar-benar di luar ekspektasinya.
Dia mencatat bahwa Xiao Yan tidak hanya mencapai ranah Dou Sheng, tetapi langsung melonjak ke Bintang 7 dalam waktu yang relatif singkat sejak pertemuan terakhir mereka. Xiao Xuan mengatakan sesuatu yang intinya, “Dulu aku memberimu setetes darah esensi terakhir dengan harapan kamu bisa membawa kebangkitan bagi klan Xiao, tapi pencapaianmu hari ini membuktikan bahwa pilihanku tidak salah. Kamu bahkan melampaui apa yang aku bayangkan.”
Xiao Xuan merasa sangat bangga karena investasi terakhir dari garis keturunan klan Xiao tidak sia-sia.
Reaksi Xiao Xuan semakin intens saat dia menyadari bahwa Xiao Yan telah menaklukkan Purifying Lotus Demon Flame (Jing Lian Yao Huo).
Sebagai sosok yang dulunya merupakan puncak kekuatan di Benua Dou Qi, Xiao Xuan tahu betapa mengerikannya api peringkat 3 tersebut.
Dia berkomentar bahwa api itu memiliki kemampuan untuk memurnikan segalanya dan sangat sulit untuk ditundukkan bahkan oleh seorang Dou Sheng tingkat tinggi sekalipun.
Xiao Xuan memuji keberuntungan dan tekad Xiao Yan. Dia menyebutkan bahwa dengan api tersebut, fondasi Xiao Yan untuk mencapai puncak (Dou Di) menjadi semakin nyata.
Dia juga menyadari bahwa tubuh Xiao Yan sekarang mengandung kekuatan penghancur yang luar biasa besar karena penggabungan berbagai Api Surgawi.
Xiao Yan datang dengan niat tulus untuk membawa Xiao Xuan keluar dari Makam Surgawi dan menghidupkannya kembali.
Xiao Xuan tersenyum tipis dan memberikan penjelasan yang sangat logis menurut hukum dunia mereka.
Xiao Xuan menjelaskan bahwa dia yang sekarang hanyalah kumpulan fragmen jiwa (soul fragment) yang terikat oleh hukum Makam Surgawi.
Jika dia melangkah keluar dari area tersebut, jiwanya akan langsung memudar dan lenyap karena dia tidak memiliki raga maupun jiwa yang utuh lagi.
Xiao Yan bersikeras mencari cara, namun Xiao Xuan mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk benar-benar “menghidupkannya” adalah jika Xiao Yan mencapai ranah Dou Di (God).
Hanya kekuatan setingkat Dewa yang bisa mengubah hukum alam dan menarik kembali jiwa yang sudah lama hancur.
Xiao Xuan berkata kepada Xiao Yan untuk tidak terbebani oleh hal tersebut.
Dia merasa tugasnya sudah selesai dengan melihat Xiao Yan tumbuh sekuat itu. Dia lebih memilih melihat Xiao Yan fokus mencapai puncak demi menyelamatkan Xiao Zhan dan melawan Klan Hun daripada menghabiskan energi untuk jiwanya yang sudah mati.
Makam Surgawi itu sendiri memiliki kesadaran (Soul) yang bersifat jahat dan menindas fragmen-fragmen jiwa di dalamnya, termasuk Xiao Xuan.
Xiao Xuan meminta Xiao Yan membantunya menghancurkan Jiwa Makam Surgawi tersebut.
Setelah mereka berhasil mengalahkan Jiwa Makam Surgawi, Xiao Xuan “memurnikan” esensi jiwa raksasa tersebut dan memberikannya kepada Xiao Yan.
Inilah yang menyebabkan tingkat Jiwa (Soul State) Xiao Yan naik drastis menuju tingkatan Di State (Ranah Kaisar).
Xiao Xuan memegang bahu Xiao Yan dan berkata, “Jangan melihat ke belakang. Klan Xiao sudah tidak punya apa-apa lagi selain dirimu. Jika kamu jatuh, maka sejarah klan Xiao benar-benar berakhir.”

Tidak ada komentar
Posting Komentar