Setelah menghancurkan pasukan musuh di ibu kota dengan kekuatan yang sangat tidak masuk akal, Lin Dong tidak membuang waktu dan langsung menuju Sekte Dao. Kalian harus tahu, saat ini wilayah Xuan Timur sedang kacau parah akibat ulah Gerbang Yuan yang semakin menjadi-jadi. Lin Dong datang tidak sendirian. Dia membawa pasukan tempur elit Tiger Eating Army serta rekan-rekan tingkat Samsara yang auranya saja sudah cukup untuk meratakan sebuah kerajaan.

Begitu tiba di gerbang sekte, Lin Dong memilih menyelinap masuk secara diam-diam. Dia ingin melihat rumah keduanya itu tanpa menimbulkan keributan terlebih dahulu. Namun, yang namanya takdir memang tidak bisa disembunyikan. Di sana, dia melihat sosok gadis cantik berambut biru es yang sedang memainkan sitar di atas pohon pinus. Dia adalah Ying Huan Huan, putri Master Sekte sekaligus seseorang yang memiliki hubungan sangat mendalam dengan Lin Dong.

Suasana yang tadinya tenang mendadak berubah drastis saat Huan Huan merasakan fluktuasi energi yang sangat familiar. Karena terlalu emosional, senar sitarnya sampai putus dan dia langsung berteriak menantang Lin Dong untuk menampakkan diri di depan seluruh murid sekte.

Momen haru pun pecah saat Lin Dong akhirnya keluar dari persembunyiannya. Bayangkan saja, seorang petarung yang biasanya dingin dan tegas kini hanya bisa terdiam saat Huan Huan memukul dadanya sambil menangis tersedu-sedu. Huan Huan meluapkan semua rasa rindunya, rasa takutnya, dan beban berat yang dia pikul selama tiga tahun menjaga Sekte Dao sendirian dari gempuran Gerbang Yuan.

Lin Dong yang melihat rambut gadis itu berubah menjadi biru es, tanda bahwa dia menggunakan kekuatan terlarang, hanya bisa memeluknya dengan rasa bersalah yang amat dalam.


Tidak lama kemudian, seluruh petinggi Sekte Dao mulai dari Master Sekte Ying Xuanzi hingga para tetua seperti Wu Dao muncul di lokasi. Suasananya benar-benar canggung sekaligus mengharukan. Lin Dong, yang secara teknis sudah keluar dari sekte demi melindungi mereka tiga tahun lalu, bertanya dengan rendah hati apakah sekte masih mau menerima murid nakal seperti dirinya.

Respons mereka benar-benar luar biasa. Master Sekte sampai berkaca-kaca dan menyambutnya dengan tangan terbuka lebar, menyadari bahwa Lin Dong yang sekarang sudah jauh melampaui kekuatannya sendiri.


Yang membuat momen ini semakin ikonik adalah aksi para murid Sekte Dao. Ribuan murid langsung berlutut serempak di depan Lin Dong. Mereka tidak hanya menyambut pahlawan mereka, tetapi juga memohon agar Lin Dong memperkuat Sekte Dao dan memimpin mereka membalas dendam kepada Gerbang Yuan.

Bagi mereka, Lin Dong bukan sekadar alumni, melainkan simbol harapan yang diyakini akan membawa mereka menuju kemenangan. Sorakan mereka mengguncang pegunungan, menandakan bahwa era penderitaan Sekte Dao akan segera berakhir.

Lin Dong kemudian memperkenalkan rekan-rekannya yang luar biasa, termasuk Little Marten dan Little Flame. Bayangkan betapa terkejutnya Master Sekte Ying Xuanzi saat menyadari bahwa teman-teman Lin Dong semuanya adalah ahli tingkat Samsara yang bahkan lebih kuat darinya. Kehadiran mereka benar-benar mengubah peta kekuatan di wilayah Xuan Timur secara instan. Sekte Dao yang tadinya berada di ujung tanduk kini tiba-tiba memiliki barisan pertahanan paling mematikan di dunia.

Sambil berjalan di dalam sekte, Lin Dong dan Huan Huan menyempatkan diri mengunjungi Pohon Yuan Abadi. Pohon itu menjadi bukti perjuangan mereka berdua di masa lalu. Di bawah naungan pohon tersebut, mereka mengenang masa-masa sulit sekaligus menyadari betapa banyak hal yang telah berubah.

Huan Huan yang dulu ceria kini menjadi lebih dingin dan dewasa, sementara Lin Dong telah bertransformasi dari pemuda berbakat menjadi sosok yang mampu membuat dunia gemetar.

Pembicaraan mereka kemudian bergeser ke topik yang lebih serius, yaitu Gerbang Yuan. Master Sekte menjelaskan bahwa musuh mereka sekarang menggunakan kekuatan Yimo, iblis, untuk memperkuat pasukan mereka secara instan. Lin Dong, yang sudah sering berurusan dengan iblis di wilayah luar, tentu saja tidak gentar. Dia menyadari bahwa perang besar sudah berada di depan mata, dan kali ini dia tidak akan membiarkan siapa pun dari Sekte Dao terluka lagi.

Dia sudah menyiapkan strategi untuk menghancurkan dominasi Gerbang Yuan sampai ke akar-akarnya.

Di akhir pertemuan itu, Lin Dong teringat akan janjinya pada Tablet Great Desolate, tablet besar kuno yang sunyi. Dia berniat menyelesaikan masalah segel Raja Iblis yang berada di bawah tablet tersebut. Menariknya, Huan Huan menunjukkan bahwa dia sekarang memiliki Ice Ancestral Symbol, salah satu kekuatan kuno paling ditakuti. Kombinasi kekuatan Lin Dong dan Huan Huan dipastikan akan menjadi kunci utama untuk membersihkan sisa-sisa kegelapan di sekte tersebut.

Narasi kembalinya Lin Dong ini ditutup dengan sebuah pertanyaan yang menggantung di hati sang pahlawan. Melihat perubahan sifat Huan Huan yang semakin dingin, Lin Dong bertanya apakah dia akan selalu menjadi Ying Huan Huan yang dia kenal.

Jawaban Huan Huan sangat misterius.

“Itu tergantung pada performamu.”

Dengan kembalinya sang legenda, panggung untuk balas dendam terbesar dalam sejarah wilayah Xuan Timur akhirnya resmi dimulai. Menurut kalian, apakah Lin Dong bakal sanggup membantai seluruh petinggi Gerbang Yuan sendirian?