Siapa sebenarnya Hun Tiandi atau yang lebih dikenal sebagai Soul Emperor? Di dunia Battle Through the Heavens, dia dikenal sebagai antagonis utama yang paling mengerikan dan penuh ambisi. Di balik wajah tampannya yang tenang dan terlihat seperti seorang cendekiawan, tersembunyi sosok monster haus darah yang telah merencanakan segalanya selama lebih dari seribu tahun. Tujuannya hanya satu: menembus batas legendaris dan mencapai alam Dou Di, tingkat kultivasi tertinggi yang telah lama menghilang dari benua Dou Qi.

Selama ribuan tahun, Soul Emperor bergerak dari balik bayang-bayang sambil membangun kekuatan besar bernama Soul Palace. Organisasi ini menjadi mimpi buruk bagi para kultivator karena bertugas menangkap jiwa-jiwa kuat demi memperkuat kekuatan klan Soul. Tidak hanya itu, Hun Tiandi juga memburu delapan Ancient Emperor Jade yang tersebar di berbagai klan kuno. Baginya, siapa pun yang menghalangi jalan menuju kekuatan mutlak harus dimusnahkan tanpa ampun.

Kekejaman Kaisar Jiwa benar-benar terlihat saat ia mulai menghancurkan satu per satu klan kuno demi mendapatkan potongan jade tersebut. Klan Xiao, klan Ling, klan Xi, hingga klan Yao menjadi korban ambisinya. Ribuan bahkan jutaan nyawa melayang hanya demi membuka jalan menuju Ancient Emperor’s Cave, tempat rahasia terbesar untuk mencapai alam Dou Di tersembunyi.


Setelah melalui berbagai rencana licik, Hun Tiandi akhirnya berhasil membuka gua legendaris itu dan memperoleh Embryo Pill tingkat D, benda suci yang menyimpan energi primordial luar biasa. Dengan kekuatan pil tersebut, ia sukses menjadi Dou Di pertama di benua itu setelah ribuan tahun. Namun demi mempercepat pematangan pil itu, Soul Emperor melakukan tindakan yang benar-benar tidak manusiawi. Ia mengorbankan miliaran makhluk hidup di Zhongzhou dan bahkan tega membantai sebagian besar anggota klannya sendiri demi memperoleh kekuatan absolut.

Setelah mencapai alam Dou Di, Hun Tiandi semakin tak terkendali. Ia bahkan mengkhianati rekannya sendiri, Void Devouring Flame atau Api Pemakan Kekosongan, demi memastikan tidak ada siapa pun yang bisa menyainginya. Dengan rambut merah menyala dan aura darah yang menyesakkan, Kaisar Jiwa turun langsung ke medan perang untuk menghancurkan Aliansi Istana Surgawi yang saat itu sudah berada di ambang kehancuran.


Namun takdir berkata lain. Saat dunia hampir jatuh ke tangan Soul Emperor, Xiao Yan akhirnya berhasil mencapai alam Dou Di. Pertarungan terakhir antara dua kaisar itu menjadi salah satu pertempuran paling dahsyat dalam sejarah dunia BTTH. Hun Tiandi mengeluarkan kartu terakhirnya berupa Formasi Pembantaian Kaisar dan Pedang Darah Hantu, teknik mengerikan yang mampu menghancurkan langit dan bumi.

Meski begitu, Xiao Yan memilih langkah nekat dengan menyatukan seluruh Heavenly Flame dan membakar tubuh Dou Di miliknya sendiri demi menyegel Kaisar Jiwa selamanya di dalam Istana Api. Dengan berakhirnya pertarungan itu, ambisi Hun Tiandi yang telah dipupuk selama seribu tahun akhirnya runtuh menjadi tragedi. Klan Soul yang dulu ditakuti seluruh benua pun hancur total, meninggalkan nama Soul Emperor sebagai simbol kekejaman terbesar dalam sejarah Battle Through the Heavens.